REVIEW · Raumanen

Marianne Katoppo Ý 1 REVIEW

REVIEW · Raumanen á Raumanen seorang gadis cantik rajin independen Monang seorang pemuda flamboyan doyan pesta bermobil sedan mengkilap mewah merek Impala Raumanen orang Manado Monang orang Batak walaupun keduanya besar di JakartaTentu saja mereka jatuh cinta Perasaan yang menyusup perlahan lahan dan baru mereka sadari setelah menjungkirbalikkan semuanya di duniaEwah merek Impala Raumanen orang Manado Monang orang Batak walaupun keduanya besar di JakartaTentu saja mereka jatuh. Raumanen adalah novel roman klasik dengan background Jakarta tahun 60 anDiterbitkan kembali oleh MetaforRaumanen adalah nama seorang gadis dari bahasa Minahasa kuno yang berarti gadis pembawa panenDi Jakarta gadis Raumanen ini bertemu dengan seorang pria Batak Dan mudah ditebak bila akhirnya mereka saling jatuh cintaNamun tidak seperti sastra pop lainnya di jaman itu tulisan Marianne Katoppo ini cukup menimbulkan kontroversi karena keberaniannya menuturkan masalah kesukuan dan seksualitasKisah dalam novel ini sangat realistis dan reaktif Tidak semata mata menggubah roman percintaan manis yang berakhir bahagia Sebaliknya ia unjuk dada mengangkat problematika masyarakat saat itu; kesukuan kebutaan cinta versus keimanan pergaulan bebas wanita yang tidak lagi manusia nomor dua dan pria yang bukan melulu makhluk yang bisa dianut wanitaMembaca novel ini seakan membaca kehidupan yang berkelebat di depan kita sehari hari saat ini Bahwa ternyata kehidupan sosial budaya dan intelegensi kita tidaklah jauh berkembang dibanding tahun 1970Ternyata masalah ras dan suku yang digambarkan Marianne mewarnai jaman itu masih juga bercokol di negeri ini 30 tahun kemudian Dan pergaulan bebas yang mulai ada di tahun 60 an itu tetap saja merajalela dan bermutasi ke dalam lebih banyak lagi modus operandi di jaman kita ini Dampak yang mungkin timbul pun masih saja telanjur ada tanpa dapat diantisipasiSeperti juga seorang Raumanen yang tegar akhirnya kalah oleh sebentuk cinta sebentuk paham kesukuan dan seorang lelaki pengecutYang membedakan Raumanen dengan novel novel pop hari ini hanyalah kemasan bahasa Marianne yang lugas dan polos tanpa banyak ornamen kata

READ & DOWNLOAD ã HANNAHREDHEAD.CO.UK Ý Marianne Katoppo

Raumanen seorang gadis cantik rajin independen Monang seorang pemuda flamboyan doyan pesta bermobil sedan mengkilap m. Jakarta tahun 60 an Sebelum hiruk pikuk politik terjadi di negara ini terkisah seorang gadis Menado yang cantik rajin dinamis indpenden Raumanen namanya Nama ini berasal dari bahasa Minahasa kuno yang berarti “pemudi pemberi kuncup” Selain cantik Raumanen adalah aktifis kampus yang dikenal sangat loyal terhadap organisasinyaDalam suatu kesempatan Raumanen bertemu dengan Monang pemuda Batak flamboyan kaya palyboy dan doyan pesta Seperti kebiasaan Monang yang selalu mendekati gadis gadis cantik demikian pula yang dia lalukan dengan Raumanen Berawal dari pertemuan di sebuah pesta Monang yang mudah terpesona oleh kecantikan wanita tergerak untuk mendekati Raumanen dan berniat untuk menaklukkannyaPendekatan Monang membuahkan hasil walau awalnya Manen menganggap Monang sebagai sahabatnya lambat laun iapun mencintainya Sebetulnya Manen menjadi mangsa yang begitu empuk bagi Monang si perebut hati wanita Dalam salah satu kesempatan mereka berdua menuju ke Puncak ketika hendak pulang tiba tiba mobil Monang mogok di tengah hujan deras dan mengharuskan mereka berteduh di sebuah bungallow Bisa ditebak apa yang terjadi pada mereka berdua Manen menyesali perbuatan yang telah mereka lakukan untungnya Monang segera menyatakan akan bertanggung jawab dan siap menjadikan Manen sebagai istrinyaApakah sesederhana itu kisah novel ini Tentu saja tidak disinilah konflik mulai timbul Walau Monang menyatakan tanggung jaawabnya keraguan timbul di hati Manen apakah Monang benar benar mencintainya atau sekedar bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya Usaha Monang mendekatkan dirinya pada adik adiknya mencarikan rumah untuk rumah tangga mereka tak mengusir keraguannya belum lagi rasa bersalah pada kejadian di Puncak membuat jiwanya tertekan Aku tak tahu pikirnya Seharusnya aku bahagia karena Monang sudah membuka jalan ke arah pernikahan kami Tetapi aku tidak bahagia cuma merasa bersalah karena kejadian di bungalow itu Lagi pula aku takut Takut masa depan Haruskah aku menjadi istri Monang sekarang Membagi hidupku dengannya mengarahkan cita citaku agar serasi dengan cita citanya Sedangkan aku tak tahu apakah ia mencintaiku hlm 65Lambat laun keraguan di hati Manen semakin menjadi hubungannya dengan Monang tidak dilihatnya sebagai hubungan cinta melainkan semata mata sebagai suatu ‘tanggung jawab’ karena mereka sudah ‘terlanjur’ melakukan hubungan yang terlarang Perasaan ini diperkuat dengan sikap Monang yang selalu berguarau secara sinis dalam setiap percakapan dengannya alih alih Monang merayunya ia malah sering membesar besarkan kekurangan kekurangan yang dimiliki ManenSelain masalah dirinya dengan Monang perbedaan suku antara mereka menjadi rintangan yang sulit ditembus Di tahun 60 an persamaan suku dalam memilih pasangan hidup masih merupakan syarat yang mutlak Begitupun dengan orang tua Monang Waktu itu memang Republik masih muda mungkin saja semboyan “Bhineka Tunggal Ika” belum meresap ke hati warganya Bagi Manen yang telah memiliki wawasan yang luas hal ini memberikan kesimpulan dalam dirinya bahwa hampir 20 tahun sesudah revolusi sesudah dua windu lebih penduduk Nusantara berpengalaman hidup sebagai “orang indonesia” ternyata beban prasangka serta wasangka terhadap suku lain masih belum dapat dilepaskan dengan begitu mudah “Orang Mana” dan “Anak Siapa” masih tetap jadi nada nada pertama suatu perkenalan baru hlm 22Konflik semakin memuncak ketika akhirnya Manen hamil dan Monang diperhadapkan pada pilihan yang sulit karena harus menerima pilihan orangtuanya dalam menentukan pasangan hidup baginyaTema yang diangkat oleh penulisnya dalam novel ini memang tema yang biasa namun ditangan penulis Mariaenne Katopo cerita cinta ini diramu dan diceritakan dengan menarik Di lembar lembar pertama halaman novel ini Manen bertutur mengenai dirinya di masa kini yang kini merasa kesepian ditinggal teman temannya dan memendam rindu pada Monang Tentu saja hal ini akan membuat pembaca segera mengetahui bagaimana akhir dari kisah cinta mereka Namun novel ini tetap menarik karena Manen menuturkan kisahnya sedemikain rupa sehingga pembaca akan terus menebak nebak dimana kini Manen berada Sebelum pembaca menyadari dan mengetahui apa yang tejadi dengan Manen dan dimana kini Manen berada di bab selanjutnya giliran Monang yang bercerita Sama seperti Manen Monganpun memendam rindu yang dalam pada Manen Padahal sudah sepuluh tahun Raumanen Sudah sepuluh tahun hampir seperempat hidupku aku terpaksa hidup terpisah darimu hlm 7Setelah melewati dua bab pertama barulah novel ini kembali ke masa lalu penulis saat Manen bertemu dengan Monang namun terkadang Manen kembali mengambil alih peran penutur dan kembali bertutur mengenai keadaannya kini dengan kalimat kalimat yang mengundang rasa penasaran pembacanya untuk mengetahui bagaimana keadaan Manen ketika ia sedang menuturkan kisahnya dan bagaimana akhir dari kisah iniSelain keunikan dari gaya penulisan novel ini novel yang ditulis dengan tuturan yang indah halus lembut namun tidak cengeng ini mengajak pembacanya untuk membedah makna cinta dan merubah pandangan kita tentang konsep konsep cinta Pergulatan batin tokoh tokoh dalam Raumanen disajikan secara cermat dan tabrakan tabrakan yang terjadi akibat masalah kesukuan menjadikan novel ini sebuah saksi kondisi sosial waktu itu yang mungkin saja masih terjadi hingga kini Novel ini semakin menarik karena dibalut dengan masalah identitas kesukuan keindonesiaan bahkan keimanan beserta konflik konflik yang mengungkap batas ketegaran dan jati diri seorang perempuan terpelajar yang diperhadapkan pada kepengecutan seorang lelaki yang harus tunduk pada tradisi kesukuanNovel ini juga menyajikan ending yang menghentak sehingga setelah dikejutkan dengan ending ceritanya bukan tak mungkin pembaca yang masih penasaran akan kembali membaca ulang bab bab berjudul Raumanen dan Monang yang berisi penuturan penuturan Manen dan Monang di masa kini untuk menemukan kalimat kalimat tersembunyi yang awalnya tidak disadari oleh pembaca bahwa kalimat kalimat tersebut mengarah pada ending ceritaKetika pertama kali novel ini diterbitkan 1977 Raumanen mengundang kontroversi karena penggambarannya yang jujur tentang hubungan lelaki dan perempuan dan tentang ketegangan antar agama dan suku – hal hal yang saat itu masih merupakan masalah yang mungkin tabu untuk diungkapkan bagi masyarakat di Indonesia Namun dibalik riuhnya kontroversi yang berkembang terhadap isi novel ini novel ini memperoleh apresiasi yang sangat baik dari kalangan sastrawan hal ini terbukti dengan diraihnya tiga hadiah sastra bergengsi baik dari dalam dan luar negeri yaitu Pemenang Sayembara Menulis Dewan Kesenian Jakarta 1975 Hadiah yayasan Buku Utama 1978 dan Sea Write Award 1982 dimana Marianne Katoppo merupakan wanita novelis ASEAN pertama yang memenangkan hadiah tersebutKini setelah karya besar ini lama dilupakan orang hampir 30 tahun lamanya Raumanen kembali hadir dalam cover dan kemasan yang menarik oleh penerbit Metafor Tak hanya Raumanen Metafor juga telah menerbitkan ulang Orang Orang Bloomington Budi Darma Stasiun Putu Wijaya Semoga dengan diterbitkannya kembali karya karya karya karya monumental yang pernah mengguncang jagad sastra nasional karya karya tersebut akan dapat terus terbaca dari generasi ke generasi Kita berharap Metafor memiliki nafas panjang untuk terus konsisten menerbitkan karya karya sastra bermutu seperti yang kini telah dilakukannyahtanzilhttpbukuygkubacablogspotcom

FREE DOWNLOAD Raumanen

RaumanenCinta Perasaan yang menyusup perlahan lahan dan baru mereka sadari setelah menjungkirbalikkan semuanya di dunia merek. Raumanen membuatku mempertanyakan kembali arti ke Bhinneka an dalam kerangka berpikir masyarakat Indonesia terutama pada gagasan nuansa kesukuan yang kian terasa hingga kini Mengambil latar waktu di Jakarta 1960 an isu tersebut masih sangat hangat dengan usia republik ini yang baru saja genap dua dekade Kini setelah tiga perempat abad Indonesia merdeka pertanyaan ini masih menghantui batin kita “Siapa itu orang Indonesia” Bukan suatu hal aneh kalau dua hal pertama yang umumnya ditanyakan usai nama setelah berkenalan adalah “Dari mana asalmu” dan “Apa imanmu” Karena itu Raumanen pun masih akan tetap relevan dibaca hingga kiniRaumanen Rumokoi wanita keturunan Minahasa yang cantik rajin dan independen yang besar di Jakarta Hamonangan Pohan seorang insinyur lelaki Batak yang gemar menebar jala di berbagai pesta Manen dan Monang bertemu dalam sebuah pesta di rumah Bapak Profesor dalam perhelatan singkat yang dampaknya masih membekas sampai sepuluh tahun dan satu hari kemudian Keduanya menjalin sebuah hubungan dengan latar belakang kesukuan yang berseberangan dan pada akhirnya permasalahan kesukuan ini yang mengekang masa depan ManenNamun dirunut lagi Raumanen jauh lebih dari sekadar membahas pola interaksi adat di Indonesia yang bermacam macam kesukuannya Marianne Katoppo membawa pembacanya pada banyak derajat pertanyaan lewat tiga sudut pandang Manen Monang dan sudut pandang yang dipilihnya sendiri untuk menunjukkan definisi cinta pertanyaan tentang keberadaan Tuhan hingga ketegaran wanita dalam menghadapi kerdilnya moral laki laki Sedikit banyak aku pun tersentil oleh penggambaran laki laki dalam sudut pandang rasionalnya lewat tokoh Monang yang kemudian membawaku bersimpati pada tragedi yang dialami Manen